Makau adalah kota kecil yang penuh cerita sejarah. Bekas Koloni Portugis ini memiliki banyak peninggalan sejarah yang kemudian diakui UNESCO sebagai situs warisan dunia yang dilindungi. Cagar budaya tersebut sekaligus menjadi daya tarik wisata yang membuat kota ini senantiasa dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dari sekian banyak cagar budaya, setidaknya ada 10 yang wajib Anda kunjungi saat berlibur ke Makau.

1. Ruins of St. Paul Church

Pertama kali dibangun pada tahun 1580, Gereja St. Paulus mengalami kebakaran pada tahun 1595 dan 1601. Rekonstruksi dilakukan pada tahun 1602 dan selesai pada 1637. Pada saat itu gereja ini menjadi gereja Katolik terbesar di Asia Timur. Kebakaran melanda lagi pada tahun 1835 sehingga menyisakan bangunan yang kini bisa dikunjungi wisatawan. Padahal konon, gereja ini dibangun dengan batu putih dan memiliki atap berkubah besar. Fasad depan gereja ini menampilkan ukiran yang berkaitan dengan kisah gereja Katolik di Asia lengkap dengan beberapa gambar naga dan kapal berlayar. Tidak itu saja, ukiran-ukiran dan ornamen Ruins of St. Paul’s Church juga menunjukkan campur tangan budaya China dalam pembangunanya. Reruntuhan gereja ini diperindah dengan 66 anak tangga yang mengarah ke pintu utama. Dilihat dari kejauhan, gereja ini tampak anggun dan megah. Sejak tahun 2005, Ruins of St. Paul’s Church menjadi situs warisan dunia UNESCO, itu sebabnya bangunan tua ini benar-benar dipelihara oleh otoritas setempat. Read more

2. Leal Senado

Fasad utama Leal Senado tingginya 14,5 meter dengan lebar 44 meter. Bagian utama fasad depan sedikit menjorok keluar dari bangunan utama dan diapit oleh dua bangunan persegi. Deretan jendela yang menghadap ke balkon berpagar besi adalah hiasan utama gedung ini jika tampak dari depan. Dengan bentuk yang seragam, mempunyai ornamen segitiga diatasnya, Leal Senado memang mempesona dan mungkin menjadi bangunan yang terbaik pada masa itu. Pola ritmik yang berulang inilah yang menjadi ciri khas utama Leal Senado. Selain perpustakaan, di dalam Leal Senado juga terdapat kapel kecil. Didirikan pada 1784, gedung Leal Senado secara keseluruhan berbentuk “U”.  Setelah dibangun, Leal Senado sempat mengalami kerusakan karena topan yang melanda Makau pada 1874. Akibatnya gedung ini mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 1876 dan tuntas diperbaiki pada 1887. Pada tahun 1904, gedung Leal Senado lagi-lagi mengalami renovasi besar-besaran untuk mengubah bangunan menjadi lebih fungsional untuk berbagai keperluan. Namun lagi-lagi, topan pada tahun 1904 memporak porandakan bangunan tua ini untuk kedua kalinya. Restorasi guna memperbaikinya dimulai pada tahun 1938 dan selesai dua tahun kemudian. Pada tahun 2005, Leal Senado menjadi bagian dari situs warisan dunia UNESCO. Read more

3. Senado Square

Senado Square terletak di daerah pusat semenanjung Makau. Kawasan seluas 3.700 meter persegi ini pada tahun 2005 resmi masuk ke dalam daftar warisan dunia UNESCO karena merupakan bagian dari pusat sejarah Makau. Jejak sejarah di Senado Square memang sangat terasa dari arsitektur bangunan yang didominasi gaya Portugis yang sempat menjajah Makau. Selain pertokoan, disini juga terdapat Gereja St. Dominic. Pada tahun 1940, kawasan ini berdiri sebuah patung prajurit Portugis bernama Mesquita. Namun sejak dihancurkan oleh orang-orang China,  kini patung tersebut sudah berganti dengan air mancur. Inilah mengapa, kawasan Senado Square sering juga disebut “The Fountain” atau “air mancur”. Saat masih dikuasai Portugis, kawasan Senado Square merupakan tempat sebagai ajang untuk memamerkan kekuatan militer. Gubernur setempat sering mengadakan upacara militer dan pelantikan kepolisian di tempat ini. Read more

4. Gereja St Dominics

Gereja St. Dominic merupakan salah satu gereja yang paling menakjubkan di Macau. Bangunan berwarna kuning ini menjadi primadona di kawasan Senado Square tepatnya di Largo de Sao Domingos. Gereja dengan gaya Philipina itu dihiasi dengan desain-desain detail yang indah. Halaman depannya berupa batu berwarna krem dengan stucco mouldings putih dan jendela berbingkai hijau. Altarnya dihiasi patung perawan dan anak berwarna krem dan putih serta sebuah lukisan Kristus. Di berbagai sudut gereja kita akan melihat gambar-gambar dan simbol suci nan indah yang diukir. Interior gereja cenderung mengkombinasikan dua gaya Portugis dan Spanyol. Pada waktu-waktu tertentu, para jemaat Gereja St. Dominic’s memenuhi gereja untuk melakukan ibadah.  Pada saat malam, gereja ini sangat indah. Dilihat dari kejauhan, kemegahan gereja ini tampak karena beberapa lampu di sudut luar gereja dinyalakan. Read more

5. Gereja St. Joseph

Gereja St. Joseph dibangun selama rentang dua belas tahun yakni antara tahun 1746 hingga 1758. Gereja ini merupakan warisan penting dan kesaksian sejarah misionaris Makau. Gereja yang merupakan bagian dari seminari Yesuit St. Joseph ini adalah gereja indah yang menjadi objek favorit para wisatawan dan seniman. Seminari tersebut bersama dengan Univeristas St. Paul adalah markas para misionaris yang ditugaskan di China, Jepang dan tempat-tempat lain disekitarnya. Bangunan ini sedikitnya mengalami 3 kali renovasi yakni pada tahun 1903, 1953 dan 1995. Arsitektur Gereja St. Joseph ini memadukan antara pengaruh barat dan lokal baik didalam rangka bangunan maupun ornamen gedung. Untuk memasuki gereja ini, pengunjung harus melewati sebuah gerbang yang dengan gaya klasik yang terbuat dari besi. Menuju gereja, sama halnya dengan Ruins of St. Paul’s Church, kita harus menaiki 54 anak tangga yang terbuat dari granit padat. Di gereja ini juga tersimpan potongan tulang tangan St. Fransiskus Xaverius. Potongan tulang tersebut merupakan salah satu relikui religi dan benda yang dihormati sekaligus berharga yang semula menjadi koleksi Gereja Mater Dei atau Ruins of St. Paul. Read more

6. Guia Fortress

Salah satu yang penting untuk Anda kunjungi adalah Chapel of Our Lady Guia. Kapel yang dibangun pada abad ke-17 ini diyakini sebagai tempat dimana perawan Maria menyelamatkan orang-orang Makau dari serangan Belanda pada saat invasi tahun 1622. Pada setiap tanggal 5 Agustus setiap tahunnya, upacara keagamaan dirayakan di kapel ini untuk menandai hari “Our Lady of The Snow”. Kawasan Chapel of Our Lady Guia ini sering juga disebut “Guia Fortress”. Pada masanya tempat ini memang dijadikan pos pengamatan dan roda penggerak pertahanan di Makau. Benteng yang berbentuk trapesium ini berdiri di area seluas 800 meter persegi. Selain kapel, terdapat mercusuar Guia yang dibangun pada tahun 1865 dan merupakan mercusuar tertua di pantai China. Bangunan ini berdiameter 7 meter dan menyempit di bagian atas sampai 5 meter. Di puncak mercusuar inilah dipasang pemancar cahaya. Cahaya dari menara mercusuar setinggi 91 meter ini dapat dilihat hingga jarak 21 mil. Secara umum interior mercusuar sangat sederhana dengan tangga spiral didalamnya. Read more

7. Mandarin House

Di kompleks perumahan kuno ini berdiri rumah salah satu tokoh terkenal di China yakni Zheng Guanying yang karya-karyanya di bidang ekonomi sangat dipengaruhi oleh pemikiran Dr. Sun Yat Send an Mao Tse Tung. Dua tokoh ini pulalah yang ikut menstimulasi adanya perubahan – perubahan di China. Mandarin’s House letaknya dekat dengan Lilau Square, salah satu yang menggambarkan kehidupan multikultural di Makau. Mandarin’s House berdiri di wilayah seluas 4.000 meter persegi. Seluruh kompleks ini terdiri dari pos jaga, halaman, ruang untuk pembantu dan tuan rumah. Hunian kuno ini berjajar di 120 meter sepanjang Barra Street. Gerbang utama berada di sebuah halaman yang sekaligus memisahkan ruangan antara majikan dan pelayan. Sedangkan pintu di masing-masing rumah berorientasi pada arah yang sama yakni menghadap barat laut. Arsitektur bangunan dipangaruhi oleh gaya barat dan dipadukan dengan style China dalam motif hias. Bangunan-bangunan ini juga turut menandai sebuah pergerseran budaya di Makau dimana arsitektur Cina mulai menampilkan perpaduan gaya dan budaya yang berbeda. Hal ini semakin kentara pada awal abad ke-20 dengan style Art Deco yang menjadi gaya umum pada konstruksi di beberapa tempat seperti Shanghai, Hongkong, Kanton dan tentu saja Makau. Read more

8. Moorish Barrack

Bangunan ini sangat mencuri perhatian wisatawan karena dua hal, yakni sejarah di balik pembangunanya di masa lampau dan desain arsitekturnya yang menawan. Berdiri disebuah pondasi granit yang lebih tinggi dari permukaan jalan, gaya arsitekturnya mengintegrasikan dua budaya yakni Moghul-India dan Inggris. Terdiri dari dua lantai, kita memang tidak diperbolehkan masuk namun wisatawan dapat melihat sekeliling gedung eksotis. Pada tahun 1871 seorang arsitek Italia bernama Cassuto merancang bangunan bergaya Moor ini. Pembangunan Moorish Barrack yang berada di lereng Barra Hill selesai pada Agustus tahun 1874. Beberapa bagian bangunan ditinggikan agar bisa melihat suasana pemandangan sekitar. Beberapa bagian dari bangunan ini menggunakan tiang-tiang penyangga yang cukup tinggi dan besar. Kusen pintu dan jendela di bagian dalam berwarna coklat dan terbuat dari kayu. Semuanya masih terawat hingga kini. Moorish Barack dibangun pada tahun 1870 untuk rumah bagi tentara India yang dikirim ke Makau. menurut catatan, ada 200 tentara India yang ditempatkan di Moorish Barack saat itu. Moorish Barrack menjadi salah satu dari situs bersejarah versi UNESCO sejak tahun 2005. Read more

9. Gereja St. Lawrence

Gereja St. Lawrence’s juga dikenal dengan nama Feng Shun Tang atau Hall of The Wind alias lorong angin penyejuk. Gereja ini didedikasikan untuk St. Lawrence yang dihukum mati oleh seorang Gubernur Roma karena menolong orang miskin. Demi menghormati jasa-jasanya, sebuah patung santo dengan kitab dan tongkat di tangan berdiri tegak di gereja ini. Gereja St. Lawrence menghadap pantai selatan Makau yang merupakan tempat dimana keluarga pelaut Portugis  berkumpul untuk berdoa dan menunggu kembalinya orang yang mereka cintai. Gereja St. Lawrence pertama kali dibangun dari kayu pada tahun 1560, kemudian diganti dengan Taipa pada tahun 1618 dan dibangun kembali dengan batu pada tahun 1801 – 1803. Tempat ibadah ini sering dinobatkan sebagai gereja paling modis di Makau. Secara umum bentuk, lantai gereja ini membentuk salib dengan ukuran 37 meter x 29 meter. Read more

10. Kuil A-Ma

Kuil A-Ma terletak di sebelah tenggara Semenangjung Makau. Kuil yang dibangun sejak tahun 1.488 di era Dinasti Ming ini (1368-1644) merupakan kuil tertua  dan tempat pertama kalinya bangsa Portugis mendarat di Makau. Pendaratan inilah yang menjadi titik awal sejarah Makau. Kuil A-Ma dibangun untuk memperingati Matsu, dewi pelaut dan nelayan. Kuil ini terdiri dari ruang berdoa, paviliun dan halaman yang dibangun di bukit berbatu dan disambungkan dengan jalan berputar melewati gerbang bulan dan taman-taman kecil. Di pintu masuk terdapat sebuah batu besar yang mengukir benda pelayaran tradisional. Di batu besar lain terdapat ukiran karakter merah yang sedang meminta restu para dewa. Tiga dari empat paviliun didedikasikan kepada A-Ma dan memiliki beberapa patung sang dewi serta model dari meriam, kapal serta kapel untuk dewa-dewa agama Buddha dan Tao. Kuil paling atas digunakan untuk menyembah Kuda Lam. Kuil ini dibedakan dari lainnya dengan adanya atap indah dan pemandangan menakjubkan dari taman atas. Kembang api, untuk mengusir roh jahat dinyalakan di pintu masuk halaman untuk menyambut para pengunjung. Selain itu ada pertunjukkan baraongsai yang dipertontonkan setiap akhir pekan. Read more

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • warisan dunia yg ada di cina

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,