Situs kuno selalu menarik perhatian wisatawan. Apalagi jika bangunan tua itu senantiasa terawat dengan baik. The Old Protestan Cemetery adalah salah satunya. Dibangun sebagai respon atas kurangnya penguburan Protestan di koloni Portugis ini didirikan pada tahun 1821 di Makau. The Old Protestant Cemetery berada di sebelah timur Praca Luis de Camoes dan bisa dicapai dengan berjalan ke utara dari Ruins of St. Paul’s Cathedral.

Di tempat inilah peristirahatan terakhir seniman George Chinnery, misionaris Robert Morrison serta beberapa tokoh lainnya. Morrison adalah misionaris pertama di China dan juga orang pertama yang berhasil menterjemahkan bible ke dalam bahasa China. Sedangkan Chinnery merupakan seniman kelahiran London 5 Januari 1774 dan meninggal pada 30 Mei 1852 dalam usia 79 tahun. Disini juga beristirahat dengan tenang Joseph Harold Adams yang meninggal pada 4 Oktober 1853 dalam usia 36 tahun. Ia adalah keponakan dari Presiden kedua Amerika Serikat John Quincy Adams. Selain itu ada makam Henry John Spencer Churchill yang meninggal pada 22 September 1797. Ia adalah saudara sekandung Sir Winston Churchill, mantan Perdana Menteri Britania Raya.

Oleh Portugal, Makau dianggap wilayah suci Katholik Roma sehingga pihak berwenang saat itu melarang penguburan penganut Protestan. Alhasil, penguburan orang asing yang berada dalam komunitas ini biasanya dilakukan pada malam hari secara rahasia. Masalah ini kemudian terselesaikan pada tahun 1821 setelah kematian istri Robert Morrison, Maria. Saat itu East India Company membeli sebidang tanah dan menyelesaikan status hukum dengan pihak Portugis sehingga akhirnya diijinkan adanya pemakaman di tempat tersebut. Ada beberapa warga Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Denmark, Swedia dan Jerman yang dimakamkan di sana. Akhirnya pemakaman itu ditutup pada tahun 1858, sejak saat itulah disebut sebagai “Old Protestan Cemetery”. Tempat ini berada berdampingan dengan Kapel Morrison. Pada tahun 2005, UNESCO menetapkan destinasi wisata ini sebagai situs warisan dunia.

Jika Anda datang ke situs ini, kita akan masuk melalui pintu gerbang dengan warna krem. Gerbang pemakaman ini tidaklah megah seperti yang dibayangkan. Seperti layaknya pintu rumah, gerbangnya dibangun setinggi tubuh kita. Di gerbang terdapat semacam prasasti yang bertuliskan nama tempat ini. Di halaman dalam kita akan melihat halaman rumput yang rapi dengan beberapa pemakaman yang berjajar. Di setiap nisan batu yang menandai makam setiap orang diukir nama dan kapan ia meninggal termasuk riwayat singkat yang meninggal seperti siapa orang tua mereka dan jabatannya semasa masih hidup.  Kompleks pemakaman ini dinaungi pepohonan besar yang membuat The Old Protestans Cemetery benar-benar tampak tua dan kuno sekaligus teduh. Masih berada di kawasan yang sama terdapat The Macau Protestan Chapel atau yang sering disebut dengan Morrison Chapel. Dibangun pada 1922, kapel ini didekasikan untuk Uskup Duppuy.

Selain The Old Protestan Cemetery, kita juga bisa mengunjungi gereja dan kapel kuno yang banyak berdiri di Makau seperti The Ruins of St. Paul Church, Chapel of Our Lady of Penha dan Chapel of St. Francis Xavier. Beberapa hotel di Makau yang bisa Anda diami adalah Metropark Hotel, Presidente Hotel dan Royal Hotel.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.


Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , ,